Farewell

Sejak 21 Juni 2009..
– 95 post,
– 201 komentar,
– 24.871 hit,
(tidak terlalu istimewa memang)
– thread-nya agan kukukakikukaku2 di kaskus,
– beberapa blog yang udah listed KomikuKomikita,
– dan siapapun yang pernah nyasar kesini…

TERIMA KASIH! TERIMA KASIH! TERIMA KASIH!

Sekarang lanjutin ke Sotong & Bagman 2.0 ya!😀

Posted in komik | Leave a comment

REVIEW PESTA BLOGGER 2010

Hmm..
Tepatnya Sabtu (30 Otober 2010) d Epicentrum Walk Kuningan diadain lah akhirnya acara puncak dari Pesta Blogger + 2010. Kenapa ada plus (+)? Karena acara ini sudah ditujukan untuk semua pengguna social media, tak terbatas hanya untuk blogger seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ada yang bilang acara ini tambah besar karena unsur + tadi, yang akhirnya melibatkan lebih banyak onliners. Namun tak sedikit yang bilang unsur + ini menandakan akhir kejayaan era bloggers, semua takluk dari social media lain (twitter, plurk, kaskus, dll). Terlepas baik-buruknya interpretasi isi acara ini, pesan sesungguhnya tetaplah sama.

Perjalanan Bandung-Jakarta selama 2,5 jam bareng rombongan Baraya Blogger sama sekali ga bikin antusiasme gw turun, malah naik karena sepanjang perjalanan ga henti2nya mereka melontarkan banyolan lucu meski kadang garing.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Kebangsaan kesayangan kita ‘Indonesia Raya’, tak lama berselang langsung dsambut tari Gandrang Bulo yang dibawakan dengan sangat kocak oleh anak2 dari sanggar apa gw lupa. Lanjut sambutan2 dari chairwoman PB2010, Menteri Pendidikan Bp. M. Nuh, dan perwakilan sponsor2.  Dari sini gw belajar bahwa: Pemimpin2 termahsyur, cenderung memiliki tata bahasa yang ga teratur. Orang2 yg bicaranya sangat teratur & mainstream cenderung membosankan, makanya kata2nya jd susah disimpan dalam waktu lama di kepala.

Saykoji tampil impresif membawakan lagu2 mereka yang sangat bertema internet user. Pandji yang hari itu membawakan kaleidoskop media sosial di Indonesia juga berhasil menambah tinggi tensi acara. Sebelum rehat makan siang, adhitia sofyan berhasil mendinginkan suasana.

Sembari nunggu antrian makan yang panjang, gw muter2 aja arena PB2010. Disini banyak banget booth komunitas2 blogger dari berbagai macam daerah. Lampung, Madura, Bekasi, Magelang, Tanggerang, dan lain-lain.

Masuk acara breakout session yg kelasnya dibagi atas nama pulau2.. Gw kebagian 3 kelas, ‘Do You Know’ oleh Accenture (Pulau Komodo), ‘Creative Commons’ oleh Wikimedia (P. Karimunjawa), #DietKantongPlastik oleh Greenation Indonesia (P. Bunaken). Khusus yang terakhir, gw disadarkan atas betapa tidak pentingnya menggunakan kantong plastik (kresek). Mereka punya maskot sesosok #MonsterKresek yang merepresentasikan banyaknya jumlah kantong plastik yang dibuang oleh 1 orang saja dalam setahun. Mengingat penduduk Indonesia yang 200jutaan, WAW!! ngebayangin sampahnya pun gw ga berani. Lebih baik gw jadi manusia seutuhnya yang memiliki hubungan mutualisme sama lingkungan, bukan jadi mahluk destruktif bernama monster sampah.

Selanjutnya bagi2 hadiah, mungkin ada nyaris 50 penghargaan dan doorprize yang diumumkan. Dan sejumlah itu pula berbagai gadget anyar dibagi-bagikan. Ada notebook, netbook, smartphone dari Acer, iPhone, bahkan iPad. Dan gw cuma jadi orang yang ikut keringetan memegang tiket bernomor undian.

Acara pun ditutup dengan sukses oleh Samaners UI dan White Shoes and The Couples Company. Ada band yg enak dengerin rekamannya, tp live-nya biasa. Ada yg rekamannya biasa, live-nya luar biasa. Buat gw, @wsatcc masuk yg ke-2.

Sedikit yang terekam dari gegap gempita pesta blogger 2010:


Tari Gandrang Bulo


Penjara Pelanggar UU ITE a'la bloggers

@wsatcc

Sotong & the Monster Kresek

di pintu masuk

Satu lagi yang asik dari PB2010:
perginya bawa sedikit, pulangnya bawa banyak😀

Cinderamata PB 2010

Sampa Jumpa di PB 2011!!


acra breakout session trdiri atas kelas yg terdiri dari nama pulau2..

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | 4 Comments

ARMPIT SWEAT

Jakarta, 10 Agustus 2066

Halloo Engkong Sotong?
Apa kabar?
Semoga baik-baik aja. Entong dan keluarga di sini baik-baik aja, semua sehat semua makmur.

Kong, kondisi bangsa sangat menyedihkan setengah dekade belakangan.
Pertumbuhan ekonomi terus menurun, angka pengangguran meningkat, angka kemiskinan meloncat, dan angkatan bersenjata sungkan mengangkat senjatanya.
Petani malas bertani karena kewalahan menghadapi serbuan sayuran organik dari luar negeri yang lebih disukai masyarakat.
Peternak kehabisan akal dan modal untuk bersaing dengan ayam organik import, ayam organik yang dalam arti sebenarnya adalah ayam kampung import.
Anak malas bersekolah karena enggan menghadapi sistem kompetisi yang diterapkan di sekolah-sekolah mainstream. Bahkan Presiden dan Kabinetnya kehabisan akal mencari solusi permasalahan pelik ini.

Namun dibalik semua keresahan itu, sekelompok manusia yang menyebut dirinya wakil rakyat tetap merasa tenang dan tak kehabisan akal menghadapi permasalahan ini.
Jelas merasa tak kehabisan akal toh memang mereka tak pernah memilikinya.
Sebuah Pansus dibentuk dan menghasilkan tontonan debat penuh semangat dan interupsi tanpa akhir selama tak kurang dari sebulan.
Usut punya usut, semangat mereka datang lantaran sidang disiarkan secara langsung oleh sebuah televisi swasta no.1 di Indonesia.
Politik pencitraan? Sejak kapan politik bukan pencitraan.
Okay.. back on the track, keputusan yang dianggap paling solutif dan terpolitisir (selalu) adalah: Seluruh menteri dianggap melalaikan tugas dan re-shuffle kabinet merupakan rekomendasi.
Merasa rezimnya terancam, terlebih lagi pemberitaan yang berlebihan, membuat Presiden mendapat tekanan publik terbesar (selalu besar) dalam sejarah penerapan Demokrasi di Indonesia.
Namun, seolah-olah melestarikan budaya, rekomendasi tetaplah sebatas rekomendasi.

Sebuah kenyataan miris terungkap, riset sekelompok peneliti LIPI menyatakan bahwa bau keringat merupakan inti dari permasalahan ini.
Kenapa?? Karena bau keringat melambangkan kerja keras dan dedikasi.
Dimana benang merahnya??
Selain Tuhan, masyarakat harus selalu ingat bahwa apa yang mereka nikmati dan rasakan ini adalah hasil kristalisasi keringat generasi-generasi terdahulu.
Dengan begitu mereka akan selalu ingat untuk menghargai setiap jerih payah dari setiap bau keringat yang tercium.
LUAR BIASA!!
Mulai dari DPR hingga Presiden, masyarakat biasa hingga masyarakat luar biasa, wong cilik sampe wong edan tersadarkan oleh teori sederhana ini.

LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), yang selama ini populer dicap sebagai lembaga yang tak populer, tiba-tiba saja menjadi Primadona di masyarakat.
Pujian dan sanjungan mengalir begitu derasnya, mulai dari Presiden yang menganugerahkan tanda kehormatan ‘Bintang Mahaputera Adipradana’ kepada setiap anggota tim, hingga pemberian award (semacam penghargaan tinggi yang wajib terpublikasi) oleh Bakery Group.
Hollywood pun mulai melirik LIPI sebagai lembaga yang berpotensi mengubah nasib bumi yang harus diperkenalkan kepada dunia lewat film.
Alasan terselubung adalah memanfaatkan potensi pasar masyarakat bumi jenuh dengan komersialisasi CIA dan NASA seabad terakhir.

Pemerintah memboikot peredaran produk-produk sabun dan parfum karena dianggap mampu menghilangkan semangat Nasionalisme dan kerja keras.
Sebagian masyarakat yang jengah dengan kondisi ini secara diam-diam menyelundupkan sabun-sabun import dengan memanfaatkan kolega di bea cukai pelabuhan.
Tak cukup disana, saking langka dan mahalnya harga sabun, tak mampu memenuhi ‘demand’ pasar gelapnya, beberapa titik di ibukota dijadikan sebagai pabrik barang haram itu.
Berendam di bathtub dengan gelembung-gelembung busa sabun kesayangan dipercaya mampu memberikan kebahagiaan serta melupakan problematika kehidupan secara sesaat.
YA! Perbedaan sabun dan narkotika hanya setipis kertas tissue di jaman ini kong.

LIPI juga menemukan cairan ajaib bernama Armpit Sweat, berupa ekstrak cairan keringat manusia dalam bentuk spray yang dapat disemprotkan ke media apapun.
Jadi, jika spray ini disemprotkan ke kendaraan bermotor, mereka akan lebih berhati-hati dalam mengendarainya (tingkat kebrutalan lalu lintas menurun drastis), karena setiap baret dan penyok pada bemper dianggap kelalaian menjalankan dan menjaga amanah.
Maka, ketika kita melihat sebuah mobil dengan banyak sekali baret dan penyok, dengan mudah kita klaim penggunanya sebagai orang yang tidak bisa dipercaya, apalagi kalo mobil dengan nomor polisi warna merah, berarti mereka bukan pemimpin yang baik.
Pula ketika kita menyemprotkan Armpit Sweat ke laptop, maka kita akan selalu ingat untuk bekerja dan melupakan berbagai game yang dianggap mengganggu produktivitas.
Bahkan seorang ibu menyemprotkan spray ini ke setiap bagian tubuh anaknya, agar sang anak selalu ingat bahwa mereka merupakan buah keringat dan investasi terbesar orang tuanya.

LIPI juga akhirnya yang diberi kewenangan oleh pemerintah sebagai produsen tunggal Armpit Sweat ini.
Seharusnya, di pasar monopoli seperti ini dengan cakupan Indonesia yang teramat luas, LIPI mampu menghasilkan laba tahunan yang luar biasa.
Tapi kenyataannya tidak, laba tahunan LIPI ditandai dengan garis minus pada neracanya.
Selidik punya selidik, banyak sekali oknum masyarakat yang membajak jalur distribusi Armpit Sweat sebelum sampai tujuan.
Hal ini yang mengakibatkan kerugian dan kelangkaan produk ini di beberapa wilayah.
Persis seperti yang dialami PLN di masa engkong ya?

Melihat kondisi seperti ini, sebuah produsen kosmetik terkemuka dunia mendapatkan izin pemerintah untuk mengedarkan sebuah produk tandingan bagi Armpit Sweat.
Mereka sangat handal merekrut putra-putri terbaik bangsa ini agar bekerja untuk mereka.
Akhirnya, mengandalkan strategi marketing dan packaging yang tepat, produk ini mampu memikat masyarakat Indonesia.

Tak cukup disana, mereka pun membayar mahal sebuah tim riset yang terdiri para fresh graduate engineer universitas ternama di Indonesia untuk berinovasi mengembangkan produk-produk mereka.
Mencium kondisi bangsa yang semakin bau.
Tak butuh waktu lama, diluncurkanlah “Armpit Sweat-Armpit Sweat” baru dengan berbagai pilihan aroma, yaitu lavender, yasmine, lemon, dan rose.
Tak ayal, masyarakat yang jenuh mencium Armpit Sweat LIPI beralih mengkonsumsi produk-produk ini.

LIPI semakin terpuruk dan gagal bersaing atas alasan ideologi.
Sementara masyarakat yang semakin lupa dengan bau orisinil Armpit Sweat, mulai memperlihatkan gejala-gejala pudarnya Nasionalisme dan semangat kerja kerasnya.
Perlahan tapi pasti, masyarakat Indonesia kembali menjadi seperti dulu.
Menyedihkan.

Udah ya kong suratnya, sebenernya masih banyak yang mau ditulis.
Oiya hampir lupa, produsen itu bernama L’OLreal.
Yang merupakan akronim terselubung dari “LOL dan real”.
Sungguh bangsa kita dilecehkan oleh kenyataan-kenyataan lucu kong.

Salam.
….
….
….
Entong
Cucumu yang bau.

Nb: Jangan lupa untuk lupa menggunakan deodoran ya kong!

Posted in surat dari masa depan | Leave a comment

Berkibar dan Tenggelam

Berkibar dan Tenggelam

Hari ini, 17 Agustus 2010 Sotong & Bagman menyaksikan Upacara Bendera dari berbagai penjuru negeri,
ternyata “pengibaran” bendera dalam air yang dilakukan di Wakatobi dan Bali menarik perhatian kita.

“Mengibarkan” bendera di dalam laut, secara simbolik berarti 2 hal:
1. Menenggelamkan bangsa ke dasar lautan.
2. Menunjukkan wilayah kedaulatan NKRI yg meliputi lautan.
>>> “Klo gitu tahun depan “kibarkan” di blok Ambalat dong..”😀

Cukup aneh liat ilutrasi di atas,
dimana bendera kesayangan kita bisa “berkibar” di dalam air?
Basah kali..

Tapi sisi positifnya adalah bagian dari upaya komersialisasi pariwisata di Indonesia.
Boleh juga😀

Posted in komik | 3 Comments

DIRGAHAYU INDONESIA KITA

65 tahun Dirgahayu Indonesia

Selamat Ulang Tahun Indonesia,
maafkan kami yang masih labil dalam berdemokrasi dalam mengisi kemerdekaanmu.

Angky A. Kartadimadja

Angky A. Kartadimadja

“Digahayu Indonesia yang ke 65 semoga rakyatmu bisa belajar dan menghargai para pahlawan secara adil
tanpa politisasi sejarah”

Angky A. KartadimadjaPengarang, Penulis, dan Kartunis KOMIKUKOMIKITA

Posted in Uncategorized | Leave a comment

New Wave Colonialism

New Wave Colonialism

Masih rencana kok.
jual2in deh BB loe pada..
mumpung masih ada yg mau,
hehehe…

Posted in komik | Tagged | Leave a comment

Dream Job

Dream Job

Bener2 dream job kan?!

Posted in komik | Tagged , | Leave a comment